Oleh: ka1t0 | Juli 2, 2012

Prosedur Uji Gravitasi Khusus Tanah (ASTM D 854-02)

Maksud:

  • Menentukan berat jenis suatu contoh tanah.
  • Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir-butir dengan berat air destilasi di udara dengan volume yang sama dan pada temperature tertentu.
  • Biasanya diambil untuk temperature 27,5°C.

Alat & Bahan:

  1. Piknometer, yaitu botol gelas dengan dengan leher sempit dan dengan tutup (dari gelas) yang berlubang kapiler, dengan kapasitas 50 cc atau lebih besar.
  2. Timbangan dengan ketelitian 0,001 gram.
  3. Air destilasi bebas udara (dalam “wash bottle”).
  4. Oven dengan suhu dapat diatur pada 105° – 110°C.
  5. Desikator
  6. Thermometer
  7. Cawan porselen (mortar) dengan pestel (penumbuk berkepala karet) untuk menghancurkan gumpalan tanah menjadi butir-butir tanpa merusak butir-butirnya sendiri.
  8. Alat volume atau kompor.

Benda uji pelaksanaan:

  1. Piknometer dibersihkan luar-dalam dan dikeringkan, kemudian ditimbang (W1).
  2. Contoh tanah dihancurkan dalam cawan porselen dengan menggunakan pestel, kemudian dikeringkan dalam oven. Ambil tanah kering dari oven dan langsung dinginkan dalam desikator. Setelah dingin, dari desikator segera/ langsung dimasukkan dalam piknometer sebanyak kira-kira 10 gram. Piknometer dengan tutupnya berisi tanah ditimbang (W­­2).
  3. Isikan air ± 10 cc kedalam piknometer, sehingga setengah/ dua pertiga penuh.
  4. Tambahkan air destilasi sampai kira-kira setengah/ dua pertiga penuh. Udara yang terperangkap diantara butir-butir harus dikeluarkan/ dihilangkan, yang dapat dilakukan dengan salah satu cara :
    1. Piknometer bersama air dan tanah dimasukkan dalam bejana tertutup yang dapat di vacuum (tidak boleh melebihi 100 mmHg), sehingga gelembung-gelembung udara keluar dan air menjadi jernih.
    2. Piknometer direbus dengan hati-hati sekitar 10 menit dengan sekali-kali piknometer dimiringkan untuk membantu keluarnya udara. Kemudian didinginkan.
    3. Piknometer ditambah air destilasi sampai penuh dan ditutup. Bagian luar piknometer dikeringkan dengan kain kering. Setelah itu piknometer berisi tanah dan air ditimbang (W3). Air dalam piknometer diukur suhunya dengan thermometer (t°C).
    4. Piknometer dikosongkan dan dibersihkan, kemudian diisi penuh dengan air destilasi bebas udara, ditutup, diluarnya dikeringkan dengan kain kering. Piknometer penuh air ditimbang (W4). Hal ini dikerjakan segera setelah selasai no.5, agar suhu udara masih sama dengan keadaan no.5.

 

Hitungan:

1. Berat jenis butir-butir tanah pada suhu t°C adalah :

2. Berat jenis tanah pada temperature 27,5°C adalah :

Berat jenis air pada masing-masing temperature dapat dilihat pada daftar.

 

Catatan:

  1. Piknometer 50 cc digunakan untuk butir-butir tanah yang lewat saringan no. 4. Untuk butir-butir yang lebih besar dari saringan no. 4 digunakan piknometer yang lebih besar (missal 100 cc). Jika tanah berupa campuran antara butir-butir kasar (tertahan saringan no. 4) dan butir-butir halus, butir-butir tersebut harus dipisahkan dengan saringan no. 4. Kemudian masing-masing dikerjakan tersendiri, kemudian harga berat jenis tanah diambil rata-rata dari keduanya. Pada percobaan penentuan gradasi butir-butir dengan cara pengendapan (cara pipet atau hydrometer), berat jenis butir-butir ditentukan dari butir-butir yang lolos saringan no. 10.
  2. Sebagai pengganti air destilasi sering digunakan kerosene yang sifat membasahkan butir-butir lebih baik.
  3. Contoh tanah basah dapat juga digunakan dan langsung dimasukkan piknometer, asal diketahui kadar airnya.
  4. Secara praktis, pengaruh temperature tidak terlalu besar dan pengaruh yang besar terhadap kesalahan hasilnya adalah bersihnya udara yang terperangkap antara butir-butir dan udara yang larut dalam air, sehingga pembersihan udara ini harus sebaik-baiknya.
  5. Pekerjaan penentuan berat jenis sesuatu tanah harus dilakukan secara duplo, yaitu dilakukan 2 kali yang terpisah. Hasil kedua percobaan harus tidak banyak berbeda dan dirata-ratakan. Jika selisihnya banyak berbeda harus diulang.

Harga dianataranya dapat diinterpolasi lurus.

 

Tabel:

PENENTUAN BERAT JENIS TANAH

Proyek             :…                                                       Tanggal           :…

No. contoh      :…                                                       Petugas            :…

No. bor            :…

Kedalaman      :…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: